HIKAM SYA’RAWIYAH (hikmah-hikmah syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi)

 

مِنْ أَشْهَرِ مَقُوْلَاتِ الشَّيْخِ “الشَّعْرَاوِيْ”

SEBAGIAN PERNYATAAN POPULIS SYEKH “SYA’RAWI”

1 – إِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ قَوْلَ الْحَقِّ فَلَا تُصَفِّقْ لِلْبَاطِلِ

Jika engkau tidak mampu mengatakan kebenaran, maka janganlah bertepuk tangan untuk kebatilan.

2 – إِذَا لَمْ تَجِدْ لَكَ حَاقِدًا فَاعْلَمْ أَنَّكَ إِنْسَانٌ فَاشِلٌ

Jika engkau tidak menemukan seseorang yang mendengki-mu, maka ketahuilah bahwa engkau adalah manusia yang gagal.

3 – لَا تَقْلَقْ مِنْ تَدَابِيْرِ الْبَشَرِ فَأَقْصَى مَا يَسْتَطِيْعُوْنَ هُوَ تَنْفِيْذُ إِرَادَةِ اللهِ

Janganlah engkau merasa cemas terhadap “konspirasi” manusia, sebab, puncak dari kemampuan mereka adalah melaksanakan kehendak Allah SWT.

4 – لَنْ يَحْكُمَ أَحَدٌ فِيْ مُلْكِ اللهِ إِلَّا بِمُرَادِ اللهِ

Tidak akan ada seorangpun “berkuasa” di kerajaan Allah SWT kecuali

Read more...

Rahasia Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Diantara Rahasia, Hikmah dan Maqashid Kewajiban Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Aku sering merenungi rahasia tentang kewajiban berdakwah, berjuang dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar bagi seorang muslim.

Setelah beberapa lama merenung, sepertinya, diantara hikmah, maqashid & rahasianya (wallahu a’lam) adalah:

  1. Agar seseorang yang bernama Abdul ‘Uzza bin Abdul Muththalib (meninggal pada 2 H / 624 M), atau orang-orang yang sepertinya, menjadi Abu Lahab.
  2. Agar seseorang yang bernama ‘Amr bin Hisyam bin al-Mughirah al-Makhzumi (meninggal pada 2 H / 624 M), yang oleh kaumnya di zamannya dijuluki Abul Hakam (bapak kebijaksanaan), agar ia dicap oleh Islam sebagai Abu Jahal (bapak kebodohan), dan ia pun meninggal sebagai Abu Jahal.

… لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَا مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ (الأنفال: ٤٢)

… Agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan[618], Yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Q.S. Al-Anfal: 42)

Oleh karena itu:

Read more...

Hebat Para Naqib Itu

Hebat Para Naqib Itu

Salah satu “sessi” dari “acara” bai’ah ‘aqabah-2 adalah pertemuan khusus antara Rasulullah SAW dengan 12 naqib dari Yatsrib (kemudian menjadi: al-Madinah).

Dalam pertemuan khusus itu, Rasulullah SAW menyampaikan taujih da’awi-tarbawi-siyasi sangat pendek, namun kesan dan pengaruhnya sangat luar biasa:

Read more...

PENGKERDILAN LEMBAGA-LEMBAGA AGAMA (ISLAM).

partai

PENGKERDILAN LEMBAGA-LEMBAGA  AGAMA (ISLAM).

Oleh : H.M  Sofwan Jauhari Lc, M.Ag

Entah anda rasakan atau tidak, sekarang ini secara pribadi saya semakin prihatin melihat kondisi lembaga-lembaga keagamaan di negeri, bukannya saya frustasi, karena sebagai seorang mu’min kita wajib memiliki  “rojaa’”  (berharap) kepada Allah swt. Akan tetapi fenomena yang terjadi selama ini harus menjadi sebuah keprihatinan kita bersama... keprihatinan itulah yang saya maksudkan … kemudian keprihatinan itu harus kita tindak lanjuti dengan ISHLAH,  usaha memperbaiki secara maksimal……..

Lembaga-lembaga keagamaan Islam belakangan ini terus di-serang, ormas-ormas Islam dihancurkan, partai Islam dimutilasi, para Ulama kyai ustadz dan tokoh agama di-bully dan seterusnya. Saya sudah mengingatkan kepada teman-teman muslim agar tetap menjaga ukhuwwah, jangan saling menyerang, jangan menyalahkan, apalagi membida’hkan atau meng-kafirkan sesame muslim, mereka adalah saudara kita, setiap mahluk memiliki kekurangan, yang sempurna hanyalah KHALIQ, Allah swt..orang luar sedang menyerang kita dan kita kok ikut menyerangsaudara kita sendiri…..kepiye???  orang luar sedang melakukan politik “devide et impera”, kenapa kita mau dipecah-belah?...tidak sadarkah kita????

Read more...

KHUTBAH RASULULLAH SAW MENJELANG RAMADLAN.

MasjideNabawi2 Madinah

KHUTBAH RASULULLAH SAW MENJELANG RAMADLAN.

Oleh: M. Sofwan Jauhari, Lc., M.Ag

صحيح ابن خزيمة ط 3 (2/ 911)

 عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ سَلْمَانَ قَالَ:خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ، فَقَالَ: "أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً، كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ،

Telah datang kepadamu bulan yang agung, bulan barakah,  di dalamnya terdapat 1 malam yg lebih baik dari 1.000 bulan. Allah menjadikan shaum di bulan itu sebagai kewajiban, dan sholat di malam harinya adalah sunnah. Siapa yg melakukan kebaikan di dalamnya  maka pahalanya seperti melakukan kewajiban, yang melakukan 1 kewajiban sama dengan melakukan 70 kewajiban di bulan lain.

، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ".

Ramadlan adalah bulan kesabaran;  Pahala sabar adalah

Read more...

Siapa Lebih Jahiliyyah?

Musyafa-Ahmad-Rahim

Adab “Ber’amal jama’i” dalam Syi’ir Jahili

 

Oleh : Musyafa Ahmad Rahim, MA

Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Secara simpel dan sederhana, masyarakat jahiliyah adalah masyarakat sebelum datangnya Islam. Ini untuk penggampangan saja, walaupun secara akademik mungkin hal ini salah. Maka syi'ir jahili adalah syi'ir yang muncul sebelum Islam.
Namun perlu diketahui, dalam syi'ir jahili, kadangkala terkandung pula pengalaman hidup (tajribatul hayah) yang bermanfaat pula di zaman Islam.
Cukup menjadi pembenaran bagi pernyataan tadi adalah dua hal:
1. Abdullah bin Abbas RA dalam memahami bahasa Al-Qur'an, dia merujuk kepada syi'ir jahili, dan beliau hafal seluruh syi'ir-syi'ir jahili.
2. Seorang ulama yang terkenal sebagai muhyis-sunnah (yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW) wa qami'ul bid'ah (penghancur bid'ah), dalam menjelaskan banyak perkara juga merujuk kepada syi'ir jahili. Adalah Ibnul Qayyim rahimahullah, saat hendak menjelaskan tentang mahabbah (cinta), beliau banyak merujuk kepada syi'ir-syi'ir jahili. Setelah menjelaskan tentang pernak-pernik cinta, lalu beliau menjelaskan bahwa cinta itu semestinya ditempatkan dan ditujukan kepada mahbub (pihak yang dicintai) secara benar, juga dalam bercinta mestilah baik dan benar.
Memang Masyarakat Jahiliyah Mempunyai Adab?

Read more...




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia