NILAI DIRI ANDA DITENTUKAN OLEH : APA YANG ANDA BERIKAN, BUKAN YANG ANDA DAPATKAN.

NILAI DIRI ANDA DITENTUKAN OLEH :

APA YANG ANDA BERIKAN, BUKAN YANG ANDA DAPATKAN.

Oleh : HM Sofwan Jauhari Lc, M.Ag

 

Diantara hal yang paling ditunggu-ditunggu oleh orang tua saat anak-anaknya menjadi murid di sekolah adalah saaat pembagian raport. Sampai-sampai banyak guru yang marah jika wali murid tidak hadir saat pembagian raport. Kebanyakan orang tua menuggu-nunggu laporan dari  sekolah tentang prestasi yang telah dicapai oleh anak-anaknya di sekolah, mereka ingin tahu apa yang bisa didapatkan oleh anak dari pihak guru atau sekolah seperti yang tercermin di dalam raport. Apakah sang anak mendapat nilai yang bagus atau sebaliknya. Orang tua menjadi bangga saat anaknya mendapatkan nilai 8, 9 atau bahkan 10. Saat kita belajar di bangku sekolah atau perguruan tinggi, kebanyakan kita bertanya apa yang bisa saya dapatkan dari sekolah atau kampus tempat saya belajar?. Begitupun saat kita bekerja dan menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan, pikiran pertama yang terlintas dalam diri kita adalah, berapa rupiah yang bisa saya dapatkan setiap bulan dari perusahaan tempat saya bekerja. Pikiran untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain adalah pikiran wajar kebanyakan manusia di dunia.

Begitu pula ketika kita berbicara mengenai hak dan kewajiban. Sebagai bagian dari anggota masyarakat, kita sering mendapatkan “pelajaran” mengenai hak dan kewajiban. Apakah itu hak dan kewajiban seorang mahasiswa, hak dan kewajiban seorang dosen, hak dan kewajiban seorang karyawan, hak dan kewajiban suami istri ataupun hak dan kewajiban yang lainnya. Kita diajari oleh doktrin-doktrin masyarakat yang ada untuk mendahulukan kata hak dan menomerdua-kan kewajiban. Demikianlah selama ini kita diajari untuk selalu mendapatkan sesuatu dari pihak lain, tetapi jarang sekali kita dididik untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. 

Read more...

MENINJAU KEMBALI KEIKUTSERTAAN DALAM GROUP WhatsApp (WA).

tafakkur2

(Sumber Gambar: catatanharian--ku.blogspot.com)

 

MENINJAU KEMBALI KEIKUTSERTAAN

DALAM GROUP  WhatsApp  (WA).

 

Alhamdulillah sekitar 3 hari terakhir ini saya diuji dengan sakit ringan sehingga sempat membuat catatan kecil ini. Sakit bagi diri saya pribadi adalah salah satu nikmat karena Allah swt berkenan memberikan “alarm” kepada saya,  sakit adalah alarm yang mengingatkan bahwa saya pribadi sudah terlalu  banyak dosa,  bukankah Rasulullah saw menjelaskan kalau sakit itu bisa menjadi pelebur dosa bagi seorang mukmin???. Logikanya jika sakit bisa menjadi pelebur dosa, maka hal itu  karena orang yang sakit memang mempunyai banyak dosa. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya dengan sakit ringan yang saya alami. Amin.

Sebagian dosa itu (introspkesi saya sendiri) mungkin karena saya banyak menggunakan WA.  Mosok?  Mungkin saja…Wallahu a’lam…  Saya termasuk orang yang banyak di-invite dalam grup WA, bukan yang paling banyak tetapi termasuk yang banyak, saat saya periksa ternyata ada 53 group WA di HP saya yang tidak canggih. Saya memang anti membeli HP yang mahal  (karena gak punya uang buat beli HP yg canggih….). “kejengkelan” saya kadang-kadang ditambahin dengan munculnya iklan di HP yang sering kali membuat kerjaan membaca pesan di WA menjadi sesuatu yang menghabiskan waktu saya. Selain sebagai dosen, saya juga bekerja di 3 perusahaan, mengajar di sekitar 30 majlis ta’lim dan juga sebagai mahasiswa. Belum lagi kesibukan mengurus keluarga dan meningkatkan kesejahteraan melalui usaha dan atau investasi kecil-kecilan untuk menambah rezeki yang halal guna memenuhi kewajiban sebagai seorang suami dan ayah dari 5 orang anak.

Kegalauan saya menggunakan WA bertambah lagi ketika saya melihat emoticon yang dipasang oleh WA telah dinodai dengan gambar-gambar yang mendukung LGBT, seperti gambar dua wanita yang berciuman, keluarga dengan 2 orang ibu tanpa ayah dan lain-lain Naudzu billah min LGBT dan Naudzu billah dari setiap pendukung  LGBT. Mungkin ini sebagian dari dosa saya kepada Allah swt karena saya banyak memakai WA… jelas-jelas WA mendukung hal yang dilaknat olah Allah swt kenapa masih kita dukung??  Apakah kita tidak bisa hidup tanpa WA?? Dahulu tidak ada WA kita fine-fine aja…

Akhirnya saya memutuskan diri untuk mengurangi penggunaan WA. Saya belum sampai berpendapat bahwa WA itu haram (mudah-mudahan pendapat ini tidak menambah dosa saya, siapa tahu Allah mengharamkan penggunaan WA) , tetapi saya tetap benci kepada penguasa WA yang mendukung LGBT. Maka dalam rangka meminimalisir penggunaan WA, saya ingin mewujudkan protes kecil saya atas dukungan penguasa WA terhadap LGBT dengan emoticon yang tidak religius.   Protes saya mungkin tidak berarti sama sekali bagi masyarakat pengguna WA tetapi mudah-mudahan ini melepaskan -setidaknya mengurangi- dosa saya pribadi yang masih menggunakan sarana komunikasi berupa WA yang jelas-jelas mendukung LGBT. Beberapa tindakan saya dalam memprotes  adalah :

Read more...

HIKAM SYA’RAWIYAH (hikmah-hikmah syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi)

 

مِنْ أَشْهَرِ مَقُوْلَاتِ الشَّيْخِ “الشَّعْرَاوِيْ”

SEBAGIAN PERNYATAAN POPULIS SYEKH “SYA’RAWI”

1 – إِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ قَوْلَ الْحَقِّ فَلَا تُصَفِّقْ لِلْبَاطِلِ

Jika engkau tidak mampu mengatakan kebenaran, maka janganlah bertepuk tangan untuk kebatilan.

2 – إِذَا لَمْ تَجِدْ لَكَ حَاقِدًا فَاعْلَمْ أَنَّكَ إِنْسَانٌ فَاشِلٌ

Jika engkau tidak menemukan seseorang yang mendengki-mu, maka ketahuilah bahwa engkau adalah manusia yang gagal.

3 – لَا تَقْلَقْ مِنْ تَدَابِيْرِ الْبَشَرِ فَأَقْصَى مَا يَسْتَطِيْعُوْنَ هُوَ تَنْفِيْذُ إِرَادَةِ اللهِ

Janganlah engkau merasa cemas terhadap “konspirasi” manusia, sebab, puncak dari kemampuan mereka adalah melaksanakan kehendak Allah SWT.

4 – لَنْ يَحْكُمَ أَحَدٌ فِيْ مُلْكِ اللهِ إِلَّا بِمُرَادِ اللهِ

Tidak akan ada seorangpun “berkuasa” di kerajaan Allah SWT kecuali

Read more...

Rahasia Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Diantara Rahasia, Hikmah dan Maqashid Kewajiban Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Aku sering merenungi rahasia tentang kewajiban berdakwah, berjuang dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar bagi seorang muslim.

Setelah beberapa lama merenung, sepertinya, diantara hikmah, maqashid & rahasianya (wallahu a’lam) adalah:

  1. Agar seseorang yang bernama Abdul ‘Uzza bin Abdul Muththalib (meninggal pada 2 H / 624 M), atau orang-orang yang sepertinya, menjadi Abu Lahab.
  2. Agar seseorang yang bernama ‘Amr bin Hisyam bin al-Mughirah al-Makhzumi (meninggal pada 2 H / 624 M), yang oleh kaumnya di zamannya dijuluki Abul Hakam (bapak kebijaksanaan), agar ia dicap oleh Islam sebagai Abu Jahal (bapak kebodohan), dan ia pun meninggal sebagai Abu Jahal.

… لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَا مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ (الأنفال: ٤٢)

… Agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan[618], Yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Q.S. Al-Anfal: 42)

Oleh karena itu:

Read more...

Hebat Para Naqib Itu

Hebat Para Naqib Itu

Salah satu “sessi” dari “acara” bai’ah ‘aqabah-2 adalah pertemuan khusus antara Rasulullah SAW dengan 12 naqib dari Yatsrib (kemudian menjadi: al-Madinah).

Dalam pertemuan khusus itu, Rasulullah SAW menyampaikan taujih da’awi-tarbawi-siyasi sangat pendek, namun kesan dan pengaruhnya sangat luar biasa:

Read more...

PENGKERDILAN LEMBAGA-LEMBAGA AGAMA (ISLAM).

partai

PENGKERDILAN LEMBAGA-LEMBAGA  AGAMA (ISLAM).

Oleh : H.M  Sofwan Jauhari Lc, M.Ag

Entah anda rasakan atau tidak, sekarang ini secara pribadi saya semakin prihatin melihat kondisi lembaga-lembaga keagamaan di negeri, bukannya saya frustasi, karena sebagai seorang mu’min kita wajib memiliki  “rojaa’”  (berharap) kepada Allah swt. Akan tetapi fenomena yang terjadi selama ini harus menjadi sebuah keprihatinan kita bersama... keprihatinan itulah yang saya maksudkan … kemudian keprihatinan itu harus kita tindak lanjuti dengan ISHLAH,  usaha memperbaiki secara maksimal……..

Lembaga-lembaga keagamaan Islam belakangan ini terus di-serang, ormas-ormas Islam dihancurkan, partai Islam dimutilasi, para Ulama kyai ustadz dan tokoh agama di-bully dan seterusnya. Saya sudah mengingatkan kepada teman-teman muslim agar tetap menjaga ukhuwwah, jangan saling menyerang, jangan menyalahkan, apalagi membida’hkan atau meng-kafirkan sesame muslim, mereka adalah saudara kita, setiap mahluk memiliki kekurangan, yang sempurna hanyalah KHALIQ, Allah swt..orang luar sedang menyerang kita dan kita kok ikut menyerangsaudara kita sendiri…..kepiye???  orang luar sedang melakukan politik “devide et impera”, kenapa kita mau dipecah-belah?...tidak sadarkah kita????

Read more...




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia