Selamat Jalan Isteriku, Engkau Layak Atas Karunia Syahid itu...

Selamat Jalan Isteriku, Engkau Layak Atas Karunia Syahid itu...

 
17 tahun yang lalu, saat masih aktif menjadi penulis buletin dakwah, aku membaca nama pelanggan yang memesan buletin tersebut. Hj. Robiatul Adawiyah, pasti wanita yang sudah tua. Sudah naik haji dan namanya jadul sekali. 
 
“Akhi, seperti apa sih ibu Robiatul ini,” tanyaku kepada Pak Marjani yang bertugas mengantar buletin. ”Ndak tahu, nggak pernah ketemu, yang saya tahu dia pesan buletin itu untuk dikirim via bis ke Kotabangun”. 
 
Wah wanita yang mulia, mau menyisihkan uang untuk berdakwah kepada masyarakat di hulu sungai Mahakam. Tak lama kemudian setelah kita menikah, Buletin Ad Dakwah dari Yayasan Al Ishlah Samarinda diantar ke rumah. Ternyata wanita mulia tersebut adalah engkau istriku, bukan wanita tua seperti yang kukira. Melainkan mahasiswi yang aktif mengajar di Taman Al Quran.
 
Istriku, beruntung aku dapat memilikimu. Sudah beberapa pemuda kaya yang mencoba mendekatimu tetapi selalu kau tolak. Kelembutanmu dan kedudukanmu sebagai putri seorang ulama besar menjadi magnet bagi para pria yang ingin memiliki istri sholehah. Kamu beralasan belum ingin menikah karena mau konsentrasi kuliah. Padahal alasan utamanya adalah kamu masih ragu dengan kesholehan mereka. Ketika Ustadzah Purwinahyu merekomendasika­n diriku, tanpa banyak tanya kau langsung menerimaku. Hanya karena aku aktif ikut pengajian kau mau menerimaku, tanpa peduli berapa penghasilanku.
 

PERSAINGAN DENGAN TETANGGA.

caknunPERSAINGAN DENGAN TETANGGA.

By Emha Ainun Najib  (Cak Nun)

Aku beli sepeda, tetanggaku beli sepeda lebih bagus. Aku beli motor, tetanggaku beli motor lebih mahal. Aku beli kulkas, tetanggaku beli kulkas lebih besar. Aku beli radio, tetanggaku beli teve. Aku beli mobil rongsokan, tetanggaku beli mobil baru.

Lama-lama aku sadar bahwa aku disaingi. Dia pikir dia bisa lebih hebat dari aku. Pasti dia belum tahu siapa aku, sehingga berani-beraninya menantang kompetisi melawan aku.

Esok paginya aku beli cat hitam banyak-banyak. Semua tembok luar, termasuk pintu dan jendela, aku cat hitam legam.

Tetanggaku tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menyaingiku. Besoknya lagi kujual sepedaku, kugadaikan teveku — tetanggaku semakin kalah bersaing melawanku!

The post Persaingan Dengan Tetangga appeared first on CakNun.com.

diambil dari : CAkNun.com 

Kolom Hikmah

Musyafa-Ahmad-Rahim

Kolom Hikmah

 Oleh: Musyaffa' Ahmad Rahim, MA

قال الشاعر:


إن الشدائد قد تغشى الكريم ﻷن ÷ تبين فضل سجاياه وتوضحه
كمبرد القين إذ يعلو الحديد به ÷ وليس مقصده إﻻ ليصلحه


Seorang penyair berkata:
Sesungguhnya ujian-ujian berat itu bisa saja melilit seorang yang mulia
Hikmahnya adalah agar sisi-sisi kemuliaan pribadinya tampak dan jelas
Mirip dengan kikir tukang besi saat di-"adu" dengan besi
Tiada maksud lain kecuali agar besi itu menjadi baik dan mengkilap.


Mukmin & Makar

Musyafa-Ahmad-Rahim

 

Mukmin & Makar

Oleh: Musyaffa' Ahmad Rahim, MA


إِنَّ الْمُؤْمِنَ فِيْ مَفْهُوْمِ الْقُرْآنِ لَا يَكُوْنُ مَاكِرًا، وَإِنَّ أَهَمَّ مَا يُمَيِّزُهُ اَلْوُضُوْحُ؛ لِأَنَّهُ صَاحِبُ مَنْهَجٍ، وَحَامِلُ رِسَالَةٍ، وَمُبَلِّغُ دَعْوَةٍ، فَهُوَ إِنْسَانٌ مِثَالِيٌّ لَا يَلْجَأُ إِلَى وَسَائِلَ خَبِيْثَةٍ فِيْ التَّعَامُلِ مَعَ أَهْلِ الْبَاطِلِ، فَضْلًا عَنِ التَّعَامُلِ مَعَ إِخْوَانِهِ اَلْمُؤْمِنِيْنَ.
إِنَّ الْمَكْرَ لَيْسَ صِفَةً لِلْمُؤْمِنِ فِيْ مَفْهُوْمِ الْقُرْآنِ، لَكِنَّ هَذَا لَا يَمْنَعُ مِنْ أَنْ يَسْتَخْدِمَ الْمُؤْمِنُ اَلْمَكْرَ كَوَسِيْلَةٍ لِصَدِّ عُدْوَانٍ أَوْ لِدَفْعِ ضَرَرٍ، فَحِيْنَ يَعْلَمُ بِمَكْرِ أَعْدَاءِ اللهِ بِهِ، فَإِنَّهُ عِنْدَ ذَلِكَ كَيِّسٌ فَطِنٌ، إِذَا أَصَابَهُ الْبَغْيُ اِنْتَصَرَ، لَا يَخْنَعُ وَلَا يَسْتَسْلِمُ.
[منهجية البحث في التفسير الموضوعي للقرآن الكريم، للدكتور زياد خليل محمد الدغامين، ص 53، تحت عنوان: "المكر في القرآن الكريم"].
Menurut idiom Al-Qur’an, seorang mukmin bukanlah seorang pembuat makar, sebab, hal terpenting yang membedakan seorang mukmin dari yang lainnya adalah aspek kejelasan. Yang demikian ini karena seorang mukmin itu pemilik manhaj, pembawa risalah dan penyampai da’wah. Jadi, ia seorang ideal yang tidak akan mempergunakan cara-cara kotor dalam berinteraksi dengan para pendukung kebatilan, terlebih lagi dalam berinteraksi dengan saudara-saudaranya seiman.
Sesungguhnya makar itu bukanlah sifat seorang mukmin dalam idiom Al-Qur’an. Namun demikian, hal ini tidaklah menghalanginya untuk mempergunakan makar sebagai satu cara untuk menghalau kesewenang-wenangan atau untuk menolak bahaya yang mengancamnya. Oleh karena itu, saat ia mengetahui adanya makar musuh-musuh Allah terhadap dirinya, maka saat itu hendaklah ia menjadi manusia yang cerdik pandai, yaitu manakala ia tertimpa tindakan kesewenang-wenangan, hendaklah ia menang atasnya, tidak tunduk dan tidak menyerah.
[Sumber: Manhajiyyatul Bahts fit-Tafsir al-maudhu’i lil Qur’anil Karim, karya DR. Ziyad Khalil Muhammad as-Dighamain, hal. 53, pada pembahasan: al-makru fil Qur’anil Karim

Manfaat Buku dan Hikmah

Musyafa-Ahmad-Rahim

Kata-Kata Hikmah:

Manfaat Buku dan Hikmah

Oleh: Musyaffa' Ahmad Rahim


مَنْ تَفَرَّدَ بِالْعِلْمِ لَمْ تُوْحِشْهُ خُلْوَةٌ، وَمَنْ تَسَلَّى بِالْكُتُبِ لَمْ تَفُتْهُ سَلْوَةٌ، وَإِنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ تَمَلُّ كَمَا تَمَلُّ اْﻷَبْدَانُ، فَابْتَغُوْا لَهَا طَرَائِفَ الْحِكْمَةِ، وَالْحِكْمَةُ شَجَرَةٌ تَنْبُتُ فِي الْقَلْبِ وَتُثْمِرُ فِي اللِّسَانِ، وَهِيَ مُوْقِظَةٌ لِلْقُلُوْبِ مِنْ سِنَةِ الْغَفْلَةِ، وَمُنْقِذَةٌ لِلْبَصَائِرِ مِنْ سَكْرَةِ الْحَيْرَةِ، وَمُحْيِيَةٌ لَهَا مِنْ مَوْتِ الْجَهَالَةِ، وَمُسْتَخْرِجَةٌ لَهَا مِنْ ضِيْقِ الضَّلَالَةِ

Read more...

Kata-Kata Hikmah

 Musyafa-Ahmad-Rahim

Kata-Kata Hikmah

Oleh: Musyaffa Ahmad Rahim, MA[i]

ﻻ ينبغي للعاقل أن يُخَلِيَ نفسَه من أربع: عُدةٌ لمَعاد، وإصلاح لمعاش، وفِكْرٌ يقف به على ما يصلحه مما يفسده، ولذة في غير مُحرم يستعين بها على الحاﻻت الثلاث

Seyogyanya seorang yang berakal tidak mengosongkan dirinya dari empat (4) hal:

  1. Bekal untuk akhirat.
  2. Hal-hal yang memperbaiki kehidupan dunianya.
  3. Pemikiran yang membimbingnya kepada hal-hal yang memperbaikinya dan menghindarkannya dari hal-hal yang membinasakannya.
  4. Kelezatan yang tidak haram yang menolongnya melaksanakan point 1, 2, dan 3


[i] Musyaffa Ahmad Rahim Dosen STIU Dirosat Islmiyah Al-Hikmah




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia