Inspirasi Ramadhan 1

Created on Tuesday, 31 July 2018

Inspirasi Ramadhan ( Prinsip Keseimbangan)

Oleh : Ahmad Falhan, Lc., MA

Allah SWT. telah berfirman di dalam al-Quran:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ (3)

Artinya: Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang(QS.al-Mulk: 3)

Di dalam ayat ini Allah telah menjelaskan prinsip keseimbangan dalam ciptaanNya, semuanya berjalan dengan seimbang dan sempurna. Kita tidak dapat membayangkan, jika bintang-bintang di angkasa yang berjuta-juta jumlahnya itu bertabrakan, maka getaran dahsyatnya pun tentu akan dapat memporak porandakan dunia ini. Begitu juga matahari, jika jaraknya terlalu dekat dengan bumi, maka akan terbakar semua apa yang ada di dalamnya.

Maha suci Allah yang telah menciptakan air dan udara sebagai sumber kehidupan di muka bumi, sebagaimana firman Allah dalam al-Quran surat ‘Abasa ayat 24-32

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ (24) أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا (25) ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا (26) فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا (27) وَعِنَبًا وَقَضْبًا (28) وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا (29) وَحَدَائِقَ غُلْبًا (30) وَفَاكِهَةً وَأَبًّا (31) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ (32)

Artinya: Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya, Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu(QS.‘Abasa: 24-32).

Di antara perinsip keseimbangan itu, pada ayat 24 kita diperintahkan untuk memperhatikan makanan kita, baik dari sisi gizi dan kualitasnya ataupun dari mana kita mendapatkan makanan tersebut (baca: kehalalannya). Makanan-makanan yang baik dan berkualitas akan menentukan keseimbangan hidup seseorang. Makanan-makanan yang halal tersebut akan menjadi darah daging, yang tentunya akan berpengaruh besar terhadap tingkah laku manusia.

Orang-orang yang berserah diri kepada Allah SWT. tidak akan mengizinkan makanan yang haram masuk ke dalam perutnya. Merupakan perinsip keseimbangan pula menjadikan tujuan mengkonsumsi makanan agar dapat beribadah kepada Allah SWT., karena manusia bukanlah seperti hewan yang makan hanya untuk mengenyangkan perutnya. Kita mengkonsumsi makanan tentunya agar tubuh kita sehat dan dapat beribadah kepada  Allah secara total dan sempurna.

          Dengan dicurahkannya air dari langit maka tanah pun menjadi subur, kemudian Allah tumbuhkan berbagai macam biji-bijian, sayuran dan buah-buahan agar dapat kita nikmati. Sebagai bentuk keseimbangan hidup kita,hendaklah manusia selalu bersyukur kepada Allah SWT. yang telah menciptakan kita di jagad raya ini. Jika ada orang yang ingkar kepada Allah, atau tidak melaksanakan perintahnya, sesungguhnya dia telah keluar dari perinsip keseimbangan yang Allah SWT. telah berikan kepadanya, dan telah menyalahi kodratnya sebagai mahluk yang tidak Allah ciptakan, kecuali untuk beribadah kepadaNya.

Diantara inspirasi bulan suci Ramadhan, adalah mendidik dan melatih diri kita, agar selalu dalam prinsip-prinsip keseimbangan, yang mungkin selama sebelas bulan yang lalu kita melupakan prinsip tersebut. Di dalam bulan suci Ramadhan ini jiwa kita kembali diletakkan pada posisi yang tepat dan seimbang, seperti jam dinding yang sudah lama tidak dirawat, perlu diakurkan kembali jarum-jarumnya.

Wallahu a’lam 

Jakarta, 27 Juli 2018




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia