NILAI DIRI ANDA DITENTUKAN OLEH : APA YANG ANDA BERIKAN, BUKAN YANG ANDA DAPATKAN.

Created on Friday, 10 June 2016

NILAI DIRI ANDA DITENTUKAN OLEH :

APA YANG ANDA BERIKAN, BUKAN YANG ANDA DAPATKAN.

Oleh : HM Sofwan Jauhari Lc, M.Ag

 

Diantara hal yang paling ditunggu-ditunggu oleh orang tua saat anak-anaknya menjadi murid di sekolah adalah saaat pembagian raport. Sampai-sampai banyak guru yang marah jika wali murid tidak hadir saat pembagian raport. Kebanyakan orang tua menuggu-nunggu laporan dari  sekolah tentang prestasi yang telah dicapai oleh anak-anaknya di sekolah, mereka ingin tahu apa yang bisa didapatkan oleh anak dari pihak guru atau sekolah seperti yang tercermin di dalam raport. Apakah sang anak mendapat nilai yang bagus atau sebaliknya. Orang tua menjadi bangga saat anaknya mendapatkan nilai 8, 9 atau bahkan 10. Saat kita belajar di bangku sekolah atau perguruan tinggi, kebanyakan kita bertanya apa yang bisa saya dapatkan dari sekolah atau kampus tempat saya belajar?. Begitupun saat kita bekerja dan menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan, pikiran pertama yang terlintas dalam diri kita adalah, berapa rupiah yang bisa saya dapatkan setiap bulan dari perusahaan tempat saya bekerja. Pikiran untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain adalah pikiran wajar kebanyakan manusia di dunia.

Begitu pula ketika kita berbicara mengenai hak dan kewajiban. Sebagai bagian dari anggota masyarakat, kita sering mendapatkan “pelajaran” mengenai hak dan kewajiban. Apakah itu hak dan kewajiban seorang mahasiswa, hak dan kewajiban seorang dosen, hak dan kewajiban seorang karyawan, hak dan kewajiban suami istri ataupun hak dan kewajiban yang lainnya. Kita diajari oleh doktrin-doktrin masyarakat yang ada untuk mendahulukan kata hak dan menomerdua-kan kewajiban. Demikianlah selama ini kita diajari untuk selalu mendapatkan sesuatu dari pihak lain, tetapi jarang sekali kita dididik untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. 

 

Saya tidak ingin menyalahkan siapapun, karena saya juga tidak senang disalahkan oleh orang lain. Melalui artikel ini saya hanya ingin mengajak kepada anda untuk berpikir dengan point of view yang berbeda, saya ingin menyadarkan bahwa harga diri anda sebenarnya tidaklah ditentukan oleh apa yang telah anda dapatkan, tetapi lebih ditentukan oleh apa yang anda berikan. Betapapun banyaknya ilmu yang telah anda dapatkan di bangku sekolah, jika hal itu hanya menjadi kekayaaan intelektual yang tersimpan di dalam otak anda, yang tidak pernah anda bagikan kepada orang lain dalam bentuk mengajar atau menulis, lalu anda berikan untuk orang lain, maka harga diri anda tidak akan meningkat.

Begitu juga saat anda telah bekerja menjadi seorang karyawan atau businessman, berapapun gaji yang anda dapatkan dari perusahaan, atau sebesar apapun keuntungan yang telah anda raih dari bisnis yang anda jalankan, maka hal itu tidak akan banyak mendongkrak nilai diri anda di hadapan masyarakat, anda akan dihargai oleh banyak orang jika anda banyak memberikan kekayaan anda kepada orang lain, kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar anda.

Saat anda telah mencapai kebebasan financial yang membuat anda memiliki banyak waktu luang, maka hal itu juga tidak akan banyak bermanfaat dalam mengangkat harkat dan martabat diri anda, justru anda bisa dianggap sebagai seorang pengangguran dan tidak berkwalitas, dan tidak dibutuhkan oleh orang lain. Akan tetapi, jika waktu luang yang anda miliki anda sedekahkan untuk membantu orang lain dan melayani masyarakat di sekitar anda, maka orangpun akan berterima kasih dan menghargai pengorbanan anda.

Jadi, harga diri anda ditentukan oleh apa dan berapa yang dapat anda berikan kepada orang lain. Semakin banyak anda memembimbing orang lain untuk sukses maka anda akan semakin dihargai oleh orang lain. Semakin banyak anda menulis hal-hal yang bermanfaat untuk dibaca oleh orang lain, maka semakin banyak orang yang merasakan keberadaan anda di dunia, bahkan saaat anda telah pergi ke alam baka.

Semakin banyak anda bersedekah dengan harta yang anda miliki, maka akan semakin banyak orang yang berterima kasih dan mendoakan kebaikan untuk anda. Semakin banyak anda memberikan pujian kepada orang lain, maka akan semakin orang yang mencintai anda. Begitupun sebaliknya, semakin banyak anda mencaci orang lain maka semakin orang  nyumpahin  diri anda.

Harga diri anda ditentukan oleh apa yang anda berikan kepada orang lain.

Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberikan hal-hal yang bermanfaat kepada orang lain,  khoirunnas anfa’uhum linnaas. (hadits nabi).

Jumat, 5 Ramadhan 1437 H.




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia