MENINJAU KEMBALI KEIKUTSERTAAN DALAM GROUP WhatsApp (WA).

Created on Tuesday, 08 March 2016

tafakkur2

(Sumber Gambar: catatanharian--ku.blogspot.com)

 

MENINJAU KEMBALI KEIKUTSERTAAN

DALAM GROUP  WhatsApp  (WA).

 

Alhamdulillah sekitar 3 hari terakhir ini saya diuji dengan sakit ringan sehingga sempat membuat catatan kecil ini. Sakit bagi diri saya pribadi adalah salah satu nikmat karena Allah swt berkenan memberikan “alarm” kepada saya,  sakit adalah alarm yang mengingatkan bahwa saya pribadi sudah terlalu  banyak dosa,  bukankah Rasulullah saw menjelaskan kalau sakit itu bisa menjadi pelebur dosa bagi seorang mukmin???. Logikanya jika sakit bisa menjadi pelebur dosa, maka hal itu  karena orang yang sakit memang mempunyai banyak dosa. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya dengan sakit ringan yang saya alami. Amin.

Sebagian dosa itu (introspkesi saya sendiri) mungkin karena saya banyak menggunakan WA.  Mosok?  Mungkin saja…Wallahu a’lam…  Saya termasuk orang yang banyak di-invite dalam grup WA, bukan yang paling banyak tetapi termasuk yang banyak, saat saya periksa ternyata ada 53 group WA di HP saya yang tidak canggih. Saya memang anti membeli HP yang mahal  (karena gak punya uang buat beli HP yg canggih….). “kejengkelan” saya kadang-kadang ditambahin dengan munculnya iklan di HP yang sering kali membuat kerjaan membaca pesan di WA menjadi sesuatu yang menghabiskan waktu saya. Selain sebagai dosen, saya juga bekerja di 3 perusahaan, mengajar di sekitar 30 majlis ta’lim dan juga sebagai mahasiswa. Belum lagi kesibukan mengurus keluarga dan meningkatkan kesejahteraan melalui usaha dan atau investasi kecil-kecilan untuk menambah rezeki yang halal guna memenuhi kewajiban sebagai seorang suami dan ayah dari 5 orang anak.

Kegalauan saya menggunakan WA bertambah lagi ketika saya melihat emoticon yang dipasang oleh WA telah dinodai dengan gambar-gambar yang mendukung LGBT, seperti gambar dua wanita yang berciuman, keluarga dengan 2 orang ibu tanpa ayah dan lain-lain Naudzu billah min LGBT dan Naudzu billah dari setiap pendukung  LGBT. Mungkin ini sebagian dari dosa saya kepada Allah swt karena saya banyak memakai WA… jelas-jelas WA mendukung hal yang dilaknat olah Allah swt kenapa masih kita dukung??  Apakah kita tidak bisa hidup tanpa WA?? Dahulu tidak ada WA kita fine-fine aja…

Akhirnya saya memutuskan diri untuk mengurangi penggunaan WA. Saya belum sampai berpendapat bahwa WA itu haram (mudah-mudahan pendapat ini tidak menambah dosa saya, siapa tahu Allah mengharamkan penggunaan WA) , tetapi saya tetap benci kepada penguasa WA yang mendukung LGBT. Maka dalam rangka meminimalisir penggunaan WA, saya ingin mewujudkan protes kecil saya atas dukungan penguasa WA terhadap LGBT dengan emoticon yang tidak religius.   Protes saya mungkin tidak berarti sama sekali bagi masyarakat pengguna WA tetapi mudah-mudahan ini melepaskan -setidaknya mengurangi- dosa saya pribadi yang masih menggunakan sarana komunikasi berupa WA yang jelas-jelas mendukung LGBT. Beberapa tindakan saya dalam memprotes  adalah :

  1. Saya bubarkan grup-grup WA yang telah saya buat, kecuali yang masih saya anggap sangat penting dan anggotanya tidak latah dalam mengirimkan pesan-pesan di grup tsb.
  2. Grup-grup yang saya buat dan belum saya bubarkan, saya larang para anggotanya untuk mengirimkan foto/video/artikel yang tidak ada kaitannya dengan nama grup.
  3. Saya memilih untuk keluar dari beberapa puluh grup yang saya anggap tidak ada kaitannya dengan pekerjaan atau kewajiban saya.
  4. Saya juga pilih untuk keluar dari grup-grup keluarga, karena silaturrahim yang “nyunnah” menurut saya seharusnya tidak dilakukan melalui sarana yang tidak sunnah… seperti WA yang mendukung LGBT.
  5. Jumlah grup yag saya ikuti dari semula 53 grup, hari ini menjadi 16 grup.
  6. Saya telah menandai beberapa grup yang masih saya ikuti dengan tanda kuning/ hijau, mana yang akan saya pertahankan dan mana yang saya akan keluar dari grup tersebut jika tidak ada perbaikan.
  7. Saya mengingatkan kepada grup yang saya menjadi member di dalamnya agar mereka lebih berhati-hati/selektif  menggunakan WA.
  8. Saya juga memerintahkan kepada istri saya untuk keluar dari beberapa grup yang tidak sopan, tidak penting dan tidak menambah ketaqwaan kepada Allah swt.
  9. Saya tulis artikel ini dan saya sebarkan kepada banyak orang secara cuma-cuma agar mereka MEMINIMALISIR pneggunaan WA  dan keluar dari grup-grup WA yang tidak penting, tidak sopan, banyak copas, tidak menambah kedekatan kita kepada Allah swt. Falyaktub khoiron aw liyashmut… menulis yang baik atau diam.

Penulis : M.Sofwan Jauhari. (email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.)




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia