Sholat Syuruq Eksistensi, waktu dan keutamaan.

WhatsApp Image 2017 08 15 at 2.43.46 PM

Sholat  Syuruq

Eksistensi, waktu dan keutamaan.

Oleh: M. Sofwan Jauhari

Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah

 

Syuruq atau isyraq secara bahasa berarti terbit, atau bersinar. Dalam hal waktu, yang dimaksud adalah waktu terbitnya matahari.  Selain kata syuruq, dalam bahasa arab ada juga istilah thulu’ yang berarti terbitnya matahari.  Jadi waktu syuruq bisa diterjemahkan dengan waktu terbitnya matahari, tetapi ada juga yang menerjemahkan syuruq sebagai waktu ketika matahari telah bersinar terang, yakni beberapa menit sejak terbitnya matahari, sekitar 15 menit sejak terbit. Dalam kamus bahasa arab disebutkan :

المعجم الاشتقاقي المؤصل    2/ 1134

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا     الزمر: 69

"شَرَقت الشمس وأشرقت: طلعت. كلُّ ما طلع من المشرق فقد شَرَق -يستعمل في الشمس والقمر والنجوم. الشمس تسمَّى شارقا وشَرْقا وشَرِقةً وشَرْقة      شرقت الشمس: أضاءت

Dengan demikian, kata syuruq dapat dipahami dengan 2 makna : (1) Waktu terbitnya matahari   (2) Beberapa menit setelah terbitnya matahari, yakni ketika sinar matahari telah bersinar terang. Meskipun secara pribadi saya lebih cenderung untuk memilih makna yang pertama, bahwa syuruq sama dengan thulu’ atau terbitnya matahari, akan tetapi adanya makna kedua seperti yang dipahami oleh sebagian orang yang berpendapat bahwa syuruq berbeda dengan thulu’ harus kita maklumi dan kita hormati.

Ada beberapa hadits yang terkait dengan sholat syuruq, yang kelihatannya ( bagi yang belum memahami) hadits-hadits itu ada yang bertolak belakang, tetapi jika kita baca penjelasan dari para ulama ahli hadits terkait hadits-hadits tersebut maka permasalahannya akan menjadi jelas.

Secara garis besar, hadits-hadits tersebut dapat kita bagi ke dalam 2 (dua) kategori :

Read more...

Bolehkan Menjalankan Sesuatu Yang Tidak Pernah Dikerjakan Rasululullah saw?

 

syrat amal

Bolehkan Menjalankan Sesuatu Yang

Tidak Pernah Dikerjakan Rasululullah saw?

Oleh: M. Sofwan Jauhari, Lc., M.Ag

 

“Hal ini sunnah atau tidak?”;  “Apakah hal ini pernah dikerjakan oleh Rasulullah sw semasa hidupnya?” ;    “ Apakah ada tuntunan dari Rasulullah saw mengenai hal  ini ?”.

Kalimat di atas adalah  contoh-contoh pertanyaan yang sering kita dengarkan dari kalangan awam dan ustadz-ustadz muda yang tidak mendalami ilmu Fiqh. Pertanyaan yang hampir setiap hari kita dengar. Pertanyaan ini berangkat dari niat yang bagus, dan kelihatannya bagus akan tetapi dapat menimbulkan mudlarat.   Saya mengatakan bahwa pertanyaan ini dapat menimbulkan bahaya (mudlarat) karena pada umumnya penanya ingin mengatakan bahwa jika tidak pernah dilaksanakan oleh nabi, maka harus kita tinggalkan. Karena semua yang tidak dikerjakan atau tidak diajarkan oleh nabi  saw maka hal itu tergolong  bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat, haram dan neraka.

Tindakan men-generalisir sesuatu yang tidak pernah dikerjakan oleh nabi sebagai bid’ah adalah kesalahan yang berbahaya, seharusnya seseorang melakukan kajian lebih mendalam terlebih dahulu terhadap syariah Islam secara keseluruhan, barulah dia dapat memutuskan atau menilai bahwa sesuatu itu bid’ah atau tidaknya. Karena klaim sunnah-bid’ah pada saat ini terbukti  menimbulkan  kegaduhan social dan perpecahan ummat Islam, timbulnya rasa fanatisme kelompok hingga takabbur atau sombong menurut hadits, yaitu tidak menerima kebenaran dari orang lain yang bukan kelompoknya.

Saya memiliki beberapa pertanyaan yang ada baiknya anda pikirkan jawabannya secara mendalam ? cobalah untuk  menjawab pertanyaan-pertanyaan  berikut ini :

Read more...

Keutamaan Berbisnis dalam Islam.

mal

(Ilustrasi Foto Sumber: kampungmuslim.org)

 

Keutamaan  Berbisnis dalam  Islam.

M.Sofwan Jauhari / Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah.

Banyak  orang memandang bahwa agama hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, mereka mengira bahwa agama hanya mengatur urusan ibadah mahdloh, yakni  hal-hal yg bersifat ritual murni. Pandangan yg demikian ini tidak relevan jika dikaitkan dengan Islam.Mendiskusikan hal ini pada saat sekarang adalah ibarat orang yang ketinggalan kereta atau pahlawan kesiangan, karena saat ini kita sudah melihat dengan jelas bagaimana peran agama/syariah Islam dalam menggerakkan perekonomian bangsa dan bagaimana bisnis syariah telah menjadi system ekonomi alternative bagi dunia. Bukan hanya muslim, orang non muslim juga telah menerima Ekonomi Syariah dengan baik. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di negara-negara Amerika & Eropa ekonomi Syariah, Bank Syariah & Asuransi syariah telah mereka terima dengan baik.

Dalam agama Islam, bisnis merupakan sesuatu yang sangat mulia dan sangat dianjurkan.Islam  mendorong ummatnya  untuk melakukan aktifitas bisnis. Ada beberapa dalil yang menjadi bukti bahwa Islam sangat mendorong ummatnya untuk berbisnis,tentu saja bisnis yang dimaksud adalah bisnis yang mematuhi aturan dan etika syariah. Ada beberapa hal yang dapat saya kemukakan dalam hal ini :

Read more...

KLARIFIKASI & KABAR GEMBIRA SEPUTAR BPJS-KESEHATAN & FATWA MUI.

 

SIARAN PERS BPJS

 

 

KLARIFIKASI & KABAR GEMBIRA

SEPUTAR BPJS-KESEHATAN  & FATWA MUI.

Oleh  HM Sofwan Jauhari  LC, M.Ag

 

Sejak awal saya menyampaikan kepada teman-teman, bahwa hasil ijtima' MUI pada bulan Juni 2015 di Tegal  yang dianggap sebagai "fatwa”,  sebenarnya diarahkan kepada pemerintah untuk mendorong dibentuknya BPJS-Syariah. User dari fatwa tersebut adalah pemerintah, hasil ijtima’ yang berisi rekomendasi itu tidak menyebut kata HARAM di dalamnya,  rekomendasi untuk pemerintah yang dibahasakan oleh media dengan istilah  “FATWA HARAM MUI tentang BPJS” itu akhirnya membuat heboh masyarakat.

Hasil Ijtima' itu berisi REKOMENDASI yang tidak diarahkan untuk menghakimi masyarakat dengan memvonis masyarakat umum bahwa

Read more...

RAHASIA KEUTAMAAN PUASA ENAM (6) HARI BULAN SYAWWAL.

0BwDoWUYH9ZEXVmczYzZWMGZ0RmM

RAHASIA KEUTAMAAN  PUASA

ENAM (6)  HARI BULAN SYAWWAL.

Oleh :  HM Sofwan Jauhari Lc, M.Ag 

(Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta)

 

Setelah kita melaksanakan ibadah di bulan Ramadlan, baik yang berupa  puasa, shalat tarawih, itikaf dan lain sebagainya, maka kabar gembira bagi kita adalah firman Allah swt berikut ini :

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (160) } [الأنعام: 160]

Siapa yang melakukan kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat amal kebaikan itu, dan siapa yang melakukan keburukan maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan keburukannya, dan mereka tidak akan didzalimi/dirugikan. (QS Al-An’aam   6:160).

Dari penjelasan ayat ini maka, seseorang yang telah sempurna melaksanakan puasa di bulan Ramadlan, dia akan mendapatkan pahala dari Allah swt seakan sudah berpuasa selama 10 bulan. Adapun bagi yang mendapatkan udzur ketika bulan Ramadlan sehingga puasanya belum sempurna, maka kewajiban dia adalah menyempurnakan puasa Ramadlannya (membayar hutang puasanya)  agar pahala berpuasa 10 bulan dia dapatkan dari Allah swt.

Read more...

Islam dan Nasionalisme

falhan

 

Islam dan Nasionalisme

Oleh : Ahmad Falhan, Lc., MA

Muqaddimah

Salah satu problem yang dihadapi umat Islam di tengah-tengah polarisasi budaya dan peradaban dunia adalah masalah “Nasionalisme”dimana hal ini mempunyai hubungan yang erat dengan perang pemikiran (al-ghazwul fikri), propaganda Yahudi dan sekulerisme barat. Maka sepatutnya bagi umat Islam untuk mengetahui bagaimana asal usul timbulnya paham nasionalisme secara istilah dan fakta, tujuan dan unsur-unsur di dalamnya serta bagaimana pandangan Islam mengenai hal tersebut.

Pada dasarnya nasionalisme yang kita tolak adalah

Read more...




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia