ustads

KECERDASAN FINACIAL
Oleh  : H. M. Sofwan Jauhari  M.Ag.
Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta



KEWAJIBAN BEKERJA (MENCARI NAFKAH) & LARANGAN MEMINTA-MINTA

Print
Created on Monday, 23 April 2018

KEWAJIBAN BEKERJA (MENCARI NAFKAH)

& LARANGAN MEMINTA-MINTA

Oleh H.M  Sofwan Jauhari  Lc,M.Ag[1]

Pembuka :

Tujuan Allah menciptakan jin dan manusia adalah agar mereka senantiasa beribadah kepada-Nya QS 51:56.  Sedangkan kehidupan bagi seorang muslim  adalah UJIAN,  agar kita dapat melakukan sesuatu yang disebut  “ahsanu amalan” QS 67:2.   

Ahsanu amalan adalah hal-hal positif  yang kita lakukan dengan cara terbaik. Karena itulah bagi seorang muslim bekerja adalah bagian dari Ibadah yang harus kita lakukan dengan cara terbaik, semaksimal yang kita mampu, menjadi pekerja yang professional.

Ayat  dan Hadits terkait:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (10) } [الجمعة: 10]

QS 62:10   Maka, apabila sholat jumat telah selesai ditunaikan, hendaklah kalian bertebaran di muka bumi, danncarilah karunia Allah….

صحيح البخاري (2/ 123)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ، فَيَحْتَطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا، فَيَسْأَلَهُ أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ»

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda : Demi dzat yang diriku dalam genggaman tangan-Nya, sungguh… seseorang diantara kalian yang memanfaatkan  talinya untuk  mencari kayu bakar (yang tidak terpakai di hutan/ pemulung) , kemudian kayu itu dibawa di atas punggungnya, maka hal  itu lebih baik baginya daripada seseorang yg minta-minta kepada orang lain., apakah dia diberi atau tidak.  (HR Bukhari.)

Hadits ini menunjukkan betapa mulianya seseorang yang mencari nafkah, mencari rezeki untuk menfakahi dirinya sendiri ataupun keluarganya, meskipun profesinya itu terlihat murahan, yaitu memunguti ranting-ranting pohon yang tidak terpakai. Apalagi jika profesinya lebih tinggi dari itu, seperti bekerja pada sebuah perusahaan, mengabdi kepada negara, berbisnis atau bahkan melakukan kegiatan bisnis dengan mendirikan suatu pabrik yang memproduksi barang-barang yang diperlukan oleh masyarakat.

Mencari nafkah adalah kewajiban bagi seorang muslim agar dia dapat mencukupi kebutuhan hidup untuk diri dan keluarganya, tidak mengharapkan pemberian orang lain, apalagi meminta-minta/mengemis.

Hadits ini juga diperkuat dengan hadits yang melarang seseorang untuk meminta-meminta atau mengemis seperti dalam hadits berikut :

صحيح مسلم (2/ 720)

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا، فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ»

Inti dari hadits ini adalah bahwa tindakan mengemis atau minta-minta untuk memperkaya diri sendiri, adalah sama dengan mengumpulkan bara api dari neraka.

Pelajaran dari hadits :

  1. Seorang muslim harus melakukan usaha, baik dalam bentuk bekerja atau berbisnis untuk mendapatkan rezeki guna mencukupi kebutuhan dirinya, tidak boleh berpangku tangan atau bermalas-malasan dengan mengharapkan pemberian dari orang lain, apalagi meminta-minta.
  2. Larangan meminta-minta atau mengemis kepada orang lain, bahkan sekedar mengharap pemberian dari orang lain (tamak).
  3. Karena bekerja adalah bagian dari Ibadah, maka kita harus melaksanakan pekerjaan dengan cara yang baik  agar ibadah kita diterima oleh Allah swt.
  4. Karena mencari nafkah adalah kewajiban warga negara, maka negara/pemerintah  tidak boleh menghalangi rakyatnya dalam mencari rezeki, sebaliknya negara berkewajiban untuk menciptakan lapangan kerja dan usaha serta memberikan kemudahan-kemudahan agar rakyat dapat bekerja mencari nafkah.
  5. Lapangan kerja dan tempat usaha tidak boleh dimonopoli oleh kelompok tertentu, dia menjadi “public area” yang terbuka bagi semua warga negara.

[1] Dosen STIU Dirosat  Islamiyah Al-Hikmah Jakarta.  HP/WA : 0818-654-479     email :This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia