ustads

KECERDASAN FINACIAL
Oleh  : H. M. Sofwan Jauhari  M.Ag.
Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta



07. MENIKAHLAH ……..

Print
Created on Monday, 09 June 2014

07. MENIKAHLAH ……..

Serial : “Rahasia Gampang Mencari Uang”. 07

 

Tidak ada jejaka yang kaya raya. Ini adalah salah satu ungkapan tetangga saya yang pernah saya dengar ketika saya masih remaja. Karena ungkapan itu bukan hadits ataupun ayat Al-Quran, maka ungkapan ini mengandung kemungkinan benar atau salah. Saya pribadi berpendapat bahwa meskipun ungkapa ini tidak 100% benar    - karena kenyataannya ada anak-anak kecil dan remaja yang kaya karena mendapat warisan- tetapi ungkapan ini mengisyaratkan bahwa kebanyakan jejaka yang belum menikah itu susah untuk menjadi kaya.

 

Mengapa saya berpendangan bahwa menikah bisa menjadikan diri kita sebagai money magnet? Atau dengan kata lain mengapa nikah bisa menjadi sumber rezeki? Ada beberapa jawaban yang bisa saya sampaikan, antara lain:

  1. Karena menikah itu perintah Allah, ada beberapa ayat yang memerintahkan agar kita menikah atau menikahkan anak-anak kita yang belum menikah, anatara lain (QS 4:3; QS 24:32). Kita harus yakin bahwa apapun yang diperintahkan oleh Allah pasti benar dan baik, dan kalau kita menuruti perintah Allah maka Allah juga akan menuruti keinginan kita, termasuk keinginan untuk mendapatkan rezeki yang halal dan banyak serta barakah.
  2. Ada sahabat nabi yang datang kepada rasulullah dan mengadukan kondisi ekonomi yang susah, dia hidup dalam kondisi miskin, maka rasulullah saw pun memerintahkan sahabat itu agar menikah. Cerita ini dapat anda temui dalam beberapa kitab tafsir ketika menjelaskan (Ayat ke 32 dari Surat ke 24/Surat Annur ).[1]. Bahkan ada riwayat lain yang belum jelas kesahihannya, ketika dia sudah menikah tetapi belum kaya juga, maka dia diperintahkan untuk menikah lagi, sampair akhirnya memiliki 4 orang istri dan akhirnya benar-benar menjadi kaya.
  3. Dalam kitab Tafsir Bahrul Ulum juga dijelaskan bahwa Umar bin Khaththab r.a pernah berkata : Carilah kekayaan melalui pernikahan.
  4. Penjelasan dari point 1 sampai 3, mulai dari ayat Al-Quran, hadits nabi dan kata Umar bin Khaththab ra (antara lain) adalah : Bahwasanya orang yang sudah menikah biasanya memiliki semangat kerja dan berusaha lebih giat dibanding dengan orang yang belum menikah. Ketika belum menikah orang merasa belum memiliki beban atau tanggung jawab, maka ada yang malas bekerja dan ada yang hanya mengandalkan pemberian orang tua, sedangkan ketika sudah menikah maka rasa tanggung jawabnya akan tumbuh sehingga semangat untuk mencari rezeki dengan bekerja atau berbisnis.
  5. Selain itu, orang yang belum menikah cenderung boros, uang yang dihasilkan dari pekerjaan atau bisnisnya banyak yang digunakan untuk keperluan sesaat seperti makan-makan, jalan-jalan, hang out, beli gadget atau menyalurkan hobi dan sejenisnya. Berbeda halnya ketika seseorang sudah menikah. Seorang yang sudah menikah cenderung berpikir untuk mengumpulkan asset seperti membeli rumah untuk dihuni sendiri atau disewakan, membeli motor dan mobil untuk keperluan pekerjaan dan usahanya, membeli perkakas rumah tangga dan lain-lain. Orang yang sudah menikah lebih mudah untuk menabung dan mengumpulkan asset karena dia sudah mulai memikirkan tanggung jawab terhadap keluarga dan masa depannya.
  6. Dalam buku saya yang berjudul MILIARDER SPIRIT saya menjelaskan bahwa orang yang ingin menjadi miliarder harus bisa memanfaatkan uang orang lain, dan diantara cara untuk memanfaatkan uang orang lain yang saya anjurkan adalah mengakses dana perbankan. Sepanjang yang saya ketahui, orang yang sudah menikah jauh lebih mudah untuk mengajukan kredit kepada perbankan dibanding yang belum menikah. Bahkan banyak produk perbankan yang hanya diciptakan untuk orang yang sudah menikah, hal itu karena memberikan kredit kepada orang yang belum menikah memiliki resiko yang lebih besar, kemungkinan kabur atau lari dari tanggung jawabnya sangat besar dibanding orang yang sudah menikah.
  7. Dengan menikah maka seseorang akan memiliki mitra atau team work, minimalnya adalah suami-istri. Team work menjadi lebih lengkap ketika pasangan suami-istri sudah memiliki anak. Dengan menikah kita dapat bekerjasama, berbagi pekerjaan dan tanggung jawab, bertukar ide dan memperbanyak relasi dengan suami, istri atau anak dan cucu. Seorang lelaki misalnya, ketika belum menikah dia dapat menjalin hubungan bisnis dengan relasinya sendiri, dan ketika sudah menikah maka dia dapat menjalin hubungan bisnis dengan relasi yang sudah ada, plus relasi dari istri dan keluarga istri. Hal ini juga sudah saya jelaskan dalam buku MILIARDER SPIRIT bahwa jika anda ingin menjadi miliarder sejati maka anda harus memperbanyak relasi.

تفسير السمرقندي = بحر العلوم (2/ 510(         «ابتغوا الغنى في النكاح»

Lebih dari itu semua, yang harus kita imani (believe) adalah bahwa Allah swt dan rasul telah menjamin orang-orang yang menikah karena niat yang benar. Rasulullah saw bersabda :

سنن الترمذي ت شاكر (4/ 184(

عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ثَلَاثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ: المُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَالمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ العَفَافَ ": هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: Ada 3 golongan yang berhak mendapatkan pertolongan dari Allah swt : (1) Orang yang berjihad di jalan Allah, (2) Hamba sahaya yang ingin merdeka, dan (3) seseorang yang menikah karena ingin menjaga kehormatan dirinya. HR Tirmidzi.

Jaminan yang lebih tinggi datang dari Allah swt yang disebutkan dalam Al-Quran Surat An-nur, Surat 24 ayat 32 :

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (32)} [النور: 32]

Artinya : Dan Nikahkanlah olehmu, orang-orang yang tidak memiiki pasangan diantara kalian dan juga hamba sahaya yang saleh, jika mereka adalah orang-orang fakir maka Allah swt yang akan membuat mereka kaya dengan karunia-NYA. Allah Maha Luas dan Maha Tahu. (QS 24:32).

Ini adalah sebuah jaminan yang tidak bisa diragukan sedikitpun, selama niat anda menikah benar,dan cara anda menikah serta mengelola rumah tangga adalah benar maka janji Allah pasti benar, Insyaallah anda akan menjadi money magnet. Dan untuk bisa mendapatkan janji ini, anda harus memiiki kepercayaan dan keyakinan seutuhnya bahwa janji Allah adalah benar.

Benar bahwa menikah akan menjadikan sebab datangnya rezeki, menikah akan menjadikan diri anda sebagai magnet rezeki atau money magnet. Sudahkah anada menikah dan mengelola pernikahan anda dengan cara yang sesuai aturan Allah swt??

 


[1] Diantara kitab tafsir yang memuat hadits ini adalah : Tafsir Bahrul Ulum As-samarkandi, Addurrul mantsur imam suyuthi, Ruhul Bayan al-khalwati, Tafsir Al-aluusi, Tafsir Ayatil ahkam as-saayis.




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia