Masjid Ground Zero Kemungkinan Dipindah ke Lokasi Lain

Created on Tuesday, 01 January 2013

Faisal Abdul Rauf, imam masjid New York yang menggagas rencana pembangunan Islamic Center di dekat lokasi Ground Zero yang kontroversial itu menyatakan bahwa ia bersedia memindahkan lokasi pembangunan Islamic Center itu jika lokasi baru yang ditawarkan sesuai dengan keinginannya.

Surat kabar The Buffalo News edisi Sabtu (29/1) mengutip pernyataan Imam Abdul Rauf yang mengatakan, "Jika ada orang yang mau menawarkan lokasi lain ... saya akan pindah."

"Saya akan pindah karena dalam hidup saya, saya ingin menjalin hubungan dengan banyak orang, dan begitu proyek ini berdiri, dampaknya akan terasa," tukasnya.

Ini adalah kali pertama Imam Abdul Rauf memberikan pernyataan tentang kesediannya memindahkan lokasi pembangunan Islamic Center dari Ground Zero setelah rencana itu memicu perdebatan panas di tengah publik AS.

Abdul Rauf juga mengatakan bahwa ia sudah melakukan pendekatan dengan keluarga serangan 11 September 2001 yang menentang keras rencana pembangunan tersebut. Menurut Abdul Rauf, para keluarga korban yang awalnya menentang, banyak yang berubah pikiran setelah berbicara dengannya. Ia mengakui bahwa masyarakat AS belum pulih sepenuhnya dari syok akibat serangan teroris yang menewaskan ribuan orang itu.

"Keluarga korban serangan 11 September sendiri yang mengatakan bahwa mereka perlu mengubah diskusi di Amerika pada pembicaraan yang lebih mengarah pada upaya pemulihan. Dan salah satu hal yang sangat jelas bahwa kita tidak bisa melakukan pembicaraan itu tanpa melibatkan komunitas Muslim," ujar Imam Masjid Al-Farah di Manhattan itu.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa alternatif tempat baru untuk pembangunan Islamic Center, secara nominal nilainya sama bahkan lokasinya kemungkinan lebih bagus dibandingkan dengan lokasi yang berada di Manhattan. Tapi sejauh ini, belum ada penawaran alternatif perubahan tempat yang diajukan secara resmi pada Abdul Rauf selaku penggagas rencana pembangunan itu.

Selain itu, kata Abdul Rauf, masih ada perbedaan pandangan antara dirinya dengan Sharif el-Gamal--investor yang akan bekerjasama dengan Rauf dalam pembangunan Islamic Center. Gamal meminta Abdul Rauf untuk mengkaji kembali aspek lintas agama dalam rencana pembangunan tersebut. Gamal cenderung ingin lebih menegaskan aspek keislamannya dibandingkan aspek lintas agama.

Gamal lebih suka menyebut proyek itu dengan Proyek Park51, sesuai nama lokasinya. Sementara Rauf berencana menamakan Islamic Center itu dengan nama "Cordoba House" sebagai simbol sejarah periode Islam di Cordoba, Spanyol dimana kaum Muslimin, Yahudi dan Kristiani hidup berdampingan dan membangun sebuah peradaban, spritual, intelektual, kebudayaan dan perdagangan di masa itu. 

Sumber: eramuslim.com




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia