CABANG-CABANG IMAN ( SERI 02).

 

Diantara cabang iman adalah thalabul 'ilmi atau mencari ilmu. ini berarti bahwa seseorang yang sudah berhenti mencari ilmu atau merasa cukup dengan ilmu yang dia miliki sehingga tidak mau belajar lagi, maka kemandegan orang itu dari mencari ilmu merupakan salah satu indikator bahwa imannya tidak sempurna. Orang yang beriman secara sempurna akan terus belajar, karena belajar memiliki banyak manfaat; belajar memang menajdi suatu kewajiban bagi setiap muslim maupun muslimah dan belajar bisa menjadikan sesuatu lebih bermakna.

Read more...

Nadzariyyatul Maal. Pandangan Islam tentang Harta dan Kekayaan.

 

ustadsNadzariyyatul Maal.

Pandangan Islam tentang Harta dan Kekayaan.

Oleh: Ust. M. Sofwan Jauhari, Lc., M.Ag

 

  1. Pengantar

Islam sebagai agama yang sempurna[i] tidak hanya mengatur hubungan vertikal antara manusia dengan Khaliq-nya, tetapi juga mengatur hubungan horizontal antara manusia dengan manusia, bahkan manusia dengan makhluk lain. Al-Quran sebagai kitab suci ummat Islam tidak hanya menjelaskan berbagai aturan dan pandangan tentang akhirat, tetapi juga tentang kehidupan dunia yang sedang kita jalani, Al-Quran mengatur bagaimana seharusnya kita di dunia agar bahagia di akhirat. Bagaimana seharusnya kita memperlakukan harta ketika di dunia agar kita bahagia di akhirat.

Pemahaman terhadap Al-Quran

Read more...

KHIYAR PADA AKAD JUAL BELI.

ustadsKHIYAR PADA AKAD JUAL BELI.

Oleh: M. Sofwan Jauhari

  1. Pengantar :

Dalam Islam, jual beli tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan sepihak saja, tetapi dia juga bertujuan untuk membangun hubungan silaturrahim atau relationship sesame manusia, karena itulah maka dalam akad jual beli, sebaiknya pihak penjual dan pembeli merasa senang dan diuntungkan dengan transaksi jual beli itu, jangan sampai ada pihak yang merasa kecewa atau tidak puas lalu terjadi permusuhan antara penjual dan pembeli.

Read more...

Susunan Al Quran Menurut Syaikh Rasyid Ridha Dalam Tafsirnya Al Manar

1381175 602582723117138 835090731 n

 

Susunan Al Quran Menurut Syaikh Rasyid Ridha Dalam Tafsirnya Al Manar

Oleh: Dia Hidayati Usman MA.

Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah

الملخص

إذا كان السيد جمال الدين الأفغاني يعتبر أبرز من بدأ بنظرية وجوب إصلاح المجتمع الإسلامي، ويعتبر تلميذه الشيخ محمد عبده أبرز من نفذ هذه النظرية وأعلنها حتى أصبحت مدرسة فكرية لها مبادئها وأهدافها الإصلاحية، ولها أتباعها الذين يؤيدون فكرة هذه المدرسة ودعوتها، فكان الشيخ محمد رشيد رضا- تلميذ الشيخ محمد عبده- يعتبر أبرز من سجل نشاط هذه المدرسة، ونشره في العالمي الإسلامي عبر صحيفته "المنار". قال الدكتورمحمد حسين الذهبي:" إن الشيخ رشيد هوالوارث الأول لعلم الأستاذ الإمام، إذ أنه أخذ عنه فوعى ما أخذ، وألف في حياته وبعد وفاته، فكان لا يحيد عن منهجه أو ينحرف عن أفكاره.

وأما رأي الشيخ محمد رشيد رضا في ترتيب سور القرآن فقد ذهب إلى أن ترتيب السور كلها توقيفي، وأنه ترتيب في غاية الإحكام، ومما يدل على ذلك وجوب التناسب الدقيق بين تلك السور. وقد اعتقد بهاذا إعتقادا جازما، بل أكد أن هذا الترتيب المصحفي هو المتواتر.

 

Mukaddimah

                Pembahasan mengenai susunan Al Quran adalah masalah yang sangat penting, karena beberapa alasan : Pertama, diturunkannya Al Quran secara berangsur-angsur sesuai dengan peristiwa tertentu di zaman Rasulullah saw, sementara susunan Al Quran yang ada tidak berurut seperti urutan kronologis turunnya. Ini mengundang pembuktian apakah susunannya dari Allah swt. atau bukan? Kedua, bahwa para ulama telah bersungguh-sungguh untuk membahas mengenai hakikat susunan Al Quran baik dalam pembahasan ulumul Quran maupun dalam pengantar kitab tafsir yang mereka tulis. Maka memaparkan pembahasan ini sangat penting untuk mengapresiasi perhatian para ulama terhaadap tema ini. Ketiga, terbuktinya susunan Al Quran bahwa ini dari Allah akan menguatkan keyakinan akan kebenaran Al Quran sebagai satu-satunya kitab yang paling benar di alam semesta. Keempat, banyaknya para orientalis yang menyerang Al Quran melalui susunannya, dengan menganggap bahwa Al Quran tidak disusun secara sistematis, sehingga banyak tema-tema yang melompat. Bahkan mereka untuk menguatkan tuduhannya ini membuat proposal yang mencoba menyusun Al Quran dengan versi mereka. Maka berdasarkan ini sangat penting untuk membuktikan bahwa susunan Al Quran bukan karangaan manusia tidak juga Rasulullah saw, pun tidak juga para sahabatnya.

                Adapun pentingnya membahas susunan Al Quran menurut Syaikh Rasyid Ridha adalah karena beberapa alasan berikut : (1) Syaikh Rasyid Ridha adalah seorang yang alim dan menjadi rujukan dalam fatwa serta termasuk pencetus tafsir modern yang paling berani. Az Zarkaly mengatakan : “Beliau adalah salah seorang tokoh pembaharu, ahli di bidang hadits, sejarah dan tafsir pun menjadi rujukan dalam fatwa yang menggabung antara syariah dan perkembangan sosial moderen”[1]. Penulis kitab Ensiklopedia Ahli tafsir “Mu’jamul Mufassirin” memandang bahwa beliau adalah termasuk hujjatul islam di zaman modern. Juga termasuk tokoh besar yang meneriakkan tajdid dalam pemikiran Islam dan perbaikan kondisi social politik dunia Islam[2]. (2) Beliau hidup di sebuah zaman yang subur dengan pergolakan politik dan pemikiran terutamaa di dunia Islam, yaitu antara tahun 1857-1935. Dan beliau selama periode tersebut sangat berperan memberikan kontribusinya, dan yang paling menonjol adalah kontribusinya dalam tafsir Al Quran dengan kitabnya Al manar yang sejatinya merupakan dokumentasi pemikiran gurunya Syaikh Muhammad Abduh[3]. Bila Syaikh Jamaluddin Al Afghani merupakan pioner pemikiran keharusan adanya pembaharuan dalam masyarakat dunia Islam, dan Syaikh Muhammad Abduh merupakan penggerak yang menterjemahkan pemikiran pembaharuan tersebut dalam dataran sosial, maka Syaikh Rasyid Ridha adalah dokumentator yang merekam semua kegiatan para pemikir tersebut lalu menyebarkannya di dunia Islam melalui majalah Al Manar. Beberapa peneliti ilmu tafsir yang menyaksikan hal ini : Dr Husain Al Dzhaby dalam kitabnya “ At Tafsir wal Mufassiruun[4]” dan Dr. Fahd Ar Rumi dalam kitabnya “ Manhaj al madrasah al aqliyah alhaditsah fittafsir”[5]. Bahkan Syaikh Rasyid Ridha sendiri mengakui bahwa apa yang beliau tulis dalam kitab-kitabnya termasuk kitab tafsirnya adalah terjemahan pemikiran gurunya Syaikh Muhammad Abduh[6]. (3) Bahwa Syaikh Muhammad Rasyid Ridha dalam tafsirnya Al Manar telah memastikan -baik secara pernyataan maupun pembuktian- bahwa susunan Al Quran dari Allah swt. Ini Nampak dari pernyataannya di beberapa tempat dalam tafsirnya dan perhatiannya yang sangat dalam terhadap rahasia urutan surah-surah dan ayat Al Qur’an.

Beberapa Pandangan Ulama Mengenai Susunan Al Quran...

 

Read more...

JADAL DALAM AL-QUR’AN

quranJADAL DALAM AL-QUR’AN

Oleh:Zainal Arif[1]

A. PENDAHULUAN

Kitab suci Al-qur'an merupakan kitab Suci yang berisi kebenaran yang jelas dan terperinci yang menjangkau segala aspek kahidupan, hal ini terlihat dengan jelas ketika masa kejayaan Islam yang dibangun berlandaskan Al- qur'an. Namun banyak manusia yang mengingkari keabsahannya sehingga hatinya dipenuhi kesombongan dan menyatakan diri tidak mengimaninya. Al-Qur'an tidak berisi kalimat-kalimat verbal yang sunyi arti, tapi lebih merupakan untaian kalimat petunjuk dan hidayah untuk seluruh ummat manusia dan terbukti telah menyatukan berbagai macam keragaman, oleh sebab itu, masuk akal jika terdapat banyak sekali proses-proses para penafsir al- Qur'an dari zarnan ke zaman dalam upaya mengungkap ma'na-ma.na dan system yang terkandung dalam al-qur'an yang merupakan Mujizat terbesar Akhir zaman.

Suatu hari umar bin Khaththab keluar masjid bersama Al-Jarud Al- Abdi. Tiba-tiba ada seorang wanita muncul di pinggir jalan. Umar memberi salam kepadanya dan wanita ifu menjawabnya lalu berkata "Hai Umar engkau sudah sangat lain. Dulu aku mengenalmu ketika masih bernama Umair (Umar kecil) di Pasar ukazh sedang menggembala domba dengan membawa tongkat. Tidak lama kemudian, engkau dinamai Umar. Belum beberapa hari berlalu, engkau sudah dinamai Amirul Muhninin. Bertakwalah kepada Allah dalam urusan rakyat. Ketahuilah, barangsiapa yang takut terhadap ancaman maka yang jauh pun terasa dekat. Dan barangsiapa yang takut terhadap kematian, dia pun takut akan hilang kesempatan". Al-Jarud berkata "Hai wanita lancang betul engkau terhadap Amirul Mukminin". Umar berkata "Biarkan dia. Apakah kamu tidak mengenalnya? Dia adalah Khaulah binti Tsa'labah, istri Aus bin shamit yang suaranya didengar Allah dari tujuh petala langit. Jadi, Umar sangat layak menyimak perkataannya". wanita tersebut digelari "wanita pendebat/penggugat". Allah mengabadikannya gugatannya dalam empat ayat pertama QS Al-Mujadilah ayat 58

Read more...

MENELUSURI TUJUH HURUF DALAM AL-QURAN

falhan
MENELUSURI TUJUH HURUF DALAM AL-QURAN

Oleh : Ahmad Falhan Lc., MA.

الملخص

موضوع الأحرف السبعة التي أنزل عليها القرآن موضوع مهم تنوعت فيه آراء العلماء , وقد صرح بعضهم بأن هذا الموضوع من المتشابه الذي ليس لنا سبيل إلى معرفة حقيقته. ولعلاقة الأحرف بالقرآن و القراءات التي يقرأ بها فإن خطورة هذا الموضوع تزداد, فأصبح من لايفهم حقيقتها متعرضا لأن من الشبه و المسائل المشكلة التي لربما تشككه في هذه القراءات الواردة عن الأئمة في أصلها وسبب الاختلاف فيها.

Iftitah

Di kalangan para pengkaji ilmu Al- Quran dan hadits, gagasan tentang pewahyuan Al-Quran dalam tujuh huruf merupakan masalah yang rumit dan masih menjadi teka-teki dalam sejarah Al-Quran. Karena meskipun riwayat-riwayat yang datang mengenai masalah ini sahih dan hampir mencapai derajat mutawatir--yakni prinsip tentang trnsmisi yang melalui mata rantai periwayatan yang independen dan otoritatif dalam suatu skala yang sangat luas, sehingga menafikan kemungkinan terjadinya kesalahan dan kekeliruan- namun riwayat-riwayat itu bersifat mujmal dan tak seorang pun pernah menanyakan langsung kepada nabi maksud Sa’bah Ahruf di sini.

Oleh karena itu, polemik tentang pewahyuan dalam Al-Quran dalam tujuh huruf tidak pernah usai, mulai dari para sarjana Al-Quran klasik sampai pengkaji Al-Quran kontemporer. Masing-masing ulama itu mempunyai argumen dan cara pandang berbeda mengenai masalah ini. Perbedaan-perbedaan itu memberikan ilustrasi bahwa alangkah sulit dan bahayanya pembahasan ini, dikatakan berbahaya karena kesalahpahaman dalam pembahasan ini bisa berakibat fatal terhadap Al-Quran itu sendiri, bahkan hal tersebut bisa dijadikan bumerang oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan dasar utama umat Islam itu.

 

 

Latar Belakang Sosiologis Turunnya Sa’bah Ahruf dalam Al-Quran

Pada periode Makkah, Al-Quran memakai satu huruf yaitu bahasa Quraisy. Oleh karena itu Rasulullah dan para sahabat tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam membaca dan memahami isi kandungan dalam Al-Quran. Namun, ketika Rasulullah dan para sahabat hijrah ke Madinah, situasi dan kondisi telah berbeda jauh dengan apa yang ada di Makkah, di mana banyak orang berbondong-bondong masuk islam dari berbagai kalangan yang berbeda. Di antara mereka ada yang lanjut usia dan tidak mengerti baca tulis, sehingga mendapat kesulitan dalam membaca Al-Quran yang sebelumnya tidak pernah terjadi pada periode makkah.[1]

 

Read more...

AKAD DALAM BISNIS MLM

ustadsAKAD DALAM BISNIS MLM 

Pengertian, Hukum dan Implementasinya

DALAM MULTI LEVEL MARKETING (MLM).

Studi atas Marketing Plan MLM PT K-Link Indonesia.

 

  1. 1.Pengertian Ju’aalah.
  2. a.Secara Etimologis :

Ju’aalah juga disebut dengan Ja’aalah atau Ji’aalah, namun istilah yang pertma lebih dikenal dan lebih populer dalam wacana fuqohaa. secara etimologis boleh juga diucapkan dengan Ja’iilah, semuanya  berasal dari kata fi’il madli  - yang merupakan bentuk dasar dalam bahasa arab- Ja’ala           ( ج ع ل )

 

Dalam kamus Al-Munjid[1] disebutkan :

جعل يجعل جعلا   جعالة   جعالة :  صنعه   وخلقه   نحو جعل الله الظلمات  

yang berarti membuat/ menjadikan, menciptakan: seprti dalam kalimat Allah menciptakan kegelapan.

Arti lain dari kata ju’aalah adalah :

وضعه =                                                      meletakkan/ menaruh  

أعطى نحو اجعل لي لسان                                                                                                      

memberi , seperti : Berikanlah aku lisan /kemampuan berbicara [2]

karena ju’aalah juga berarti pemberian, maka sogokan secara bahasa juga bisa disebut dengan ju’aalah, ja’aalah, ji’alah, ja’iilah dan al-ju’lu. Imam Ibnu Abidin[3] menjelaskan tentang penyebutan yang berbeda-beda ini dengan keterangannya :

 

Read more...

Amalan Sebelum Sholat Jum’at

ok2Amalan Sebelum Sholat Jum’at

Oleh: HM. Sofwan Jauhari, Lc., M.Ag

 

Mungkin akan lebih baik kalau sekiranya hari jum’at adalah hari libur, sehingga akan lebih mudah bagi kita, ummat Islam untuk saling kenal dengan tetangga, dan akan lebih mudah juga bagi kita untuk menjalankan hal-hal yang diperintahkan untuk kita lakukan pada hari jum’at. Meskipun demikian, dengan kecerdasan dan keseriusan kita dalam beribadah dan mengatur urusan pekerjaan, beberapa hal yang diperintahkan oleh rasul tetap bisa kita jalankan walaupun kita harus bekerja di hari jum’at. Beberapa hal yang diperintahkan untuk kita kerjakan sebelum melaksanakan sholat jum’at adalah ;

Read more...

Keutamaan Hari Jumu'ah

بسم الله الرحمن الرحيم

ok2 

Keutamaan Hari Jumu’ah.

M.Sofwan Jauhari.

 

 

Hari Jumu’ah merupakan sayyidul ayyam atau hari terbaik bagi ummat Islam. Ada beberapa hal yang menjadi sebab mengapa hari Jumu’ah menjadi hari terbaik, sebagian dari hal itu disebutkan dalam hadits yang sohih, dan sebagian yang lain mungkin hanya merupakan ijtihad atau pemikiran ulama’.

 

Di negara-negara Islam, khususnya negara arab, banyak yang menjadikan hari Jumu’ah sebagai hari libur mereka, bahkan beberapa sekolah Islam swasta di Indonesia, termasuk sekolah yang dahulu saya belajar di sana, hari libur resmi sekolah adalah hari Jumu’ah. Di kota besar libur hari Jumu’ah hampir tidak kita temukan,pada umumnya kita hanya mengenal bahwa hari libur resmi kita adalah hari Ahad atau minggu.

Read more...

Tiga Alasan Mengapa MLM diharamkan

(Menjawab keraguan MLM Syariah di Indonesia)

Oleh : M.Sofwan Jauhari, Lc, M.Ag

MLM adalah sebuah industry yang sudah cukup lama berkembang di Indonesia, setidaknya pada era 1990-an di Indonesia sudah ada beberapa perusahaan MLM. Dan pada tahun 2009 DSN MUI telah mengelurakan fatwa tentang MLM Syariah.   Pembahasan mengenai fatwa ini sudah saya tulis dalam tulisan di website ini dengan judul “ Fatwa MUI Mengenai MLM”,   selain itu saya juga telah menulis sebelumnya sebuah artikel mengenai MLM di website ini juga dengan judul : MLM dalam Tinjauan Syariat Islam.

Read more...




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia