Keutamaan Berbisnis dalam Islam.

Created on Monday, 26 October 2015

mal

(Ilustrasi Foto Sumber: kampungmuslim.org)

 

Keutamaan  Berbisnis dalam  Islam.

M.Sofwan Jauhari / Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah.

Banyak  orang memandang bahwa agama hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, mereka mengira bahwa agama hanya mengatur urusan ibadah mahdloh, yakni  hal-hal yg bersifat ritual murni. Pandangan yg demikian ini tidak relevan jika dikaitkan dengan Islam.Mendiskusikan hal ini pada saat sekarang adalah ibarat orang yang ketinggalan kereta atau pahlawan kesiangan, karena saat ini kita sudah melihat dengan jelas bagaimana peran agama/syariah Islam dalam menggerakkan perekonomian bangsa dan bagaimana bisnis syariah telah menjadi system ekonomi alternative bagi dunia. Bukan hanya muslim, orang non muslim juga telah menerima Ekonomi Syariah dengan baik. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di negara-negara Amerika & Eropa ekonomi Syariah, Bank Syariah & Asuransi syariah telah mereka terima dengan baik.

Dalam agama Islam, bisnis merupakan sesuatu yang sangat mulia dan sangat dianjurkan.Islam  mendorong ummatnya  untuk melakukan aktifitas bisnis. Ada beberapa dalil yang menjadi bukti bahwa Islam sangat mendorong ummatnya untuk berbisnis,tentu saja bisnis yang dimaksud adalah bisnis yang mematuhi aturan dan etika syariah. Ada beberapa hal yang dapat saya kemukakan dalam hal ini :

1.      Dalam beberapa ayat, Allah swt memberikan perumpamaan hubungan kita dengan Allah sebagai  suatu perdagangan/bisnis, dengan kata lain   kita diajak berbisnis dengan Allah swt seperti dalam beberapa ayat, misalnya  QS Ash-Shaff  61:10,   QS  At-TAubah  9:111  dan  QS  Faathir  35: 29.

2.      Dalam kitab suci Al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yg berbicara tentang bisnis, bahkan ayat terpanjang dalam Al-quran adalah yang berbicara tentang bisnis,dalam ayat tersebut disinggung mengenai beberapa kegiatan bisnis seperti hutang piutang, transaksi non tunai, pegadaian dan dokumen bisnis. (QS Al-Baqarah  2:282)

3.      Profesi yang dijalankan oleh Rasulullah, sebelum dan ketika sudah menjadi rasul adalah bisnis. Sebelum beliau menjadi rasul, beliau telah melakukan perdagangan yang serius dan sukses. Beliau bahan sempat beberapa kali memperluas jaringan bisnisnya dengan melakukan perdagangan di negeri Syam (Syria). Beliau juga bermitra dengan seorang wanita pengusaha yang sukses yang akhirnya menjdi istri beliau, Khadijah radliyallahu anha.

4.      Profesi para sahabat nabi umumnya adalah pebisnis, banyak sekali nama-nama sahabat besar seperti Abu Bakar, Utsman bin affan dan Abdurrahman bin Auf yang penghasilannya adalah bersumber dari bisnis. Dan mereka sukses berbisnis sehingga mereka mampu berbuat banyak untuk kemajuan agama, misalnya Abdurrahman bin auf pernah menginfakkan hartanya sebanyak 40.000   keping uang dinar emas. (1 dinar = 4,25 gram emas 22 K).

5.      Secara eksplisit, kemuliaan berbisnis ini dapat kitapahami dari hadits nabi, ketika ditanya  oleh sahabatnya , : Profesi apakah yang paling baik wahai  rasulullah ? beliau menjawab  : seseorang yang bekerja dengan tangannya dan setiap bisnis yang mabrur.   (HR Ahmad);  Lihat  kitab Al-Musnad,  Imam ahmad   Vol.28  hal.502;  Almusnadul kabir,  Imam Thabrani Vol.4  hal.276.  

Dapat saya jelaskan bahwa menurut hadits ini, profesi dan sumber rezeki  yang terbaik adalah industry, seseorang bekerja dengan tangannya untuk menciptakan sesuatu atau memproduksi sesuatu, baik indutsri pertanian, manufactur maupun pabrik. Dengan memproduksi sesuatu, kita akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan mendirikan pabrik kita akan “memberi makan” kepada banyak karyawan dan lain-lain.

Adapun peringkat kedua profesi dan sumber penghasilan terbaik adalah berbisnis  yang mabrur. Mabrur artinya diterima atau baik.Yakni diterima/ baik menurut Allah dan baik menurut ummat manusia. Sebuah bisnis dikatakan baik jikamemenuhi beberapa ketentuan, antara lain :

a.       Komoditas yang dijual adalah halal  di sisi Allah, tidak membahayakan orang lain, bermanfaat bagi orang yang mengkonsumsinya.

b.      Sistem transaksinya menggunakan pola transaksi yang halal, sesuai dengan syarat dan ketentuan syariah.

c.       Tidak mengandung unsure perjudian, riba dan gharar. Gharar adalah penipuan atau ketidak jelasan; seperti ketidak jelasan komoditas yang dijual, dan ketidak jelasan harga  jual.



HM.Sofwan Jauhari Lc,M.Ag
- Mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana UIN Jakarta. Program DOKTOR PENGKAJIAN ISLAM.
   website:  www.uinjkt.ac.id     http://graduate.uinjkt.ac.id/
-  Dewan Pengawas Syariah (DPS)  PT K-Link Nusantara 
 www.k-link.co.id/syariah.php
-  Pembantu Ketua STIU Dirasat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta. 
-  Bagi yang mau UMROH bulan Desember 2015, bisa hubungi saya melalui email ini. Tks.



©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia