RAHASIA KEUTAMAAN PUASA ENAM (6) HARI BULAN SYAWWAL.

Created on Wednesday, 29 July 2015

0BwDoWUYH9ZEXVmczYzZWMGZ0RmM

RAHASIA KEUTAMAAN  PUASA

ENAM (6)  HARI BULAN SYAWWAL.

Oleh :  HM Sofwan Jauhari Lc, M.Ag 

(Dosen STIU Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta)

 

Setelah kita melaksanakan ibadah di bulan Ramadlan, baik yang berupa  puasa, shalat tarawih, itikaf dan lain sebagainya, maka kabar gembira bagi kita adalah firman Allah swt berikut ini :

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (160) } [الأنعام: 160]

Siapa yang melakukan kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat amal kebaikan itu, dan siapa yang melakukan keburukan maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan keburukannya, dan mereka tidak akan didzalimi/dirugikan. (QS Al-An’aam   6:160).

Dari penjelasan ayat ini maka, seseorang yang telah sempurna melaksanakan puasa di bulan Ramadlan, dia akan mendapatkan pahala dari Allah swt seakan sudah berpuasa selama 10 bulan. Adapun bagi yang mendapatkan udzur ketika bulan Ramadlan sehingga puasanya belum sempurna, maka kewajiban dia adalah menyempurnakan puasa Ramadlannya (membayar hutang puasanya)  agar pahala berpuasa 10 bulan dia dapatkan dari Allah swt.

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (185)} [البقرة: 185]

dan siapa yang sakit atau bepergian jauh (lalu tidak berpuasa) maka wajiblah dia berpuasa (membayar hutang puasa) pada hari yang lain sebanyak hari yang ditiinggalkannya. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu….. (QS Al-Baqarah  2:185).

Meskipun waktu untuk membayar hutang puasa itu cukup lama yaitu selama 11 (sebelas) bulan, yakni sebelum datang Ramadlan berikutnya,akan tetapi sebaiknya bagi seseorang yang berhutang puasa adalah membayar hutang puasa Ramadlan sesegera mungkin, karena kita tidak tahu kapan ajal itu akan datang.  Boleh jadi umur yang diberikan oleh Allah kepada kita tidak sampai pada Ramadlan berikutnya.  Apabila seseorang yang berhutang puasa Ramadlan sudah membayarnya, maka dia dapat melaksanakan hadits berikut :

صحيح مسلم 2/ 822

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ»

Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra bahwa Rasulullah saw bersabda : Siapa yang sudah berpuasa satu bulan Ramadlan kemudian diikuti dengan puasa 6 hari dari bulan Syawwal, maka hal itu seperti puasa setahun penuh.  HR Muslim; Sohih Muslim  2/822.

Rahasia dari hadits ini adalah hitungan dari ayat di atas, di mana seseorang yang berpuasa 6 hari, maka pahalanya dilipat gandakan 10 kali lipat, maka dia mendapatkan pahala puasa 60 hari atau 2 bulan, dengan demikian seseorang yang berpuasa Ramdalan lalu diikuti dengan 6 hari di bulan Syawwal, pahalanya seperti puasa satu tahun. Dan jika hal itu dilakukan setiap tahun, maka seakan dia berpuasa sepanjang hidupnya. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakannya.

Banyak orang yang bertanya; mana yang lebih baik, apakah membayar hutang puasa Ramadlan lebih dahulu ataukah melaksanakan puasa Syawwal, menurut saya pribadi,  sebaiknya membayar hutang puasa terlebih dahulu. Tetapi bukan berarti haram berpuasa Syawwal jika belum membayar hutang puasa Ramadlan. wallahu a’lam bish shawab  (m.sofwan jauhari)




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia